[Fanfic] Ssstt.. It’s (still) Our Scandal (OneShot)

Author : Rinrin ^^

Judul : Ssstt.. It’s (still) Our Scandal

Main Cast : Han Ji Eun (OC), Kim Jong In / Kai, Ma Hae Rin (OC), Byun Baek Hyun, Park Chanyeol, Do Kyung Soo / D.O, Oh Sehun, Kim Jong Myeon / Suho

Support Cast : Han Hyo Sun (OC), Park Soo In (OC), Lu Han (EXO-M)

Length : OneShot

Rating : PG-13

Genre : Romance, Comedy, OC, Random

Disclaimer : Member EXO itu milik tuhan dan agensinya. Saya hanya pemilik cerita dan cast OC-nya saja. =.=

 

Hollaaaaa, author yang aneh ini muncul lagi. Kali ini aku ngepost FF sekuel dari FF It’s Our Scandal yang aku post seminggu yang lalu. Mian, kalau FF-nya rada gaje, gila, ngebosenin, hancuur, dan sejenisnya. Moga terhibur baca FF ini. ^^ *ini FF OneShot terpanjang yang pernah aku buat, aku harap kalian ga bosan bacanya.* =.=

 

Let’s Chekidot..

 

Author’s POV

Hening. Itulah satu kata yang sesuai untuk menggambarkan suasana di dorm EXO-K saat ini. Waktu sudah menunjukkan pukul 07.12 pagi. Namun, belum ada satu orang pun dari penghuni dorm itu yang mengakhiri petualangan di dunia mimpi mereka.

 

Dddrrrtttt…. Ddddrrrttt….

 

Sebuah ponsel di atas meja dekat sofa bergetar. Si pemilik ponsel mengambil ponselnya itu.

“Yobseo..” ujar Hae Rin dengan mata masih terpejam.

“Hae Rin kau di mana? Sebentar lagi kita masuk.”

“Ne.” Masih dengan mata terpejam, Hae Rin menjawab dengan malas.

“Cepatlah datang!”

“Ne.” jawab Hae Rin singkat.

“Ya! Jangan hanya mengatakan ‘ne’ saja. Aish, aku yakin kau pasti baru bangun tidurkan? Cepatlah kemari! Sebentar lagi ujian praktiknya akan dimulai.” Teriak suara dari seberang telpon.

“MWO?? UJIAN PRAKTIK?? UJIAN PRAKTIK APA??” suara teriakan Hae Rin membahana dorm.

“YA!! Park Soo In! Ujian apa??”

“Yobseo….”

“Yobseo….”

“Yobseo.. Park Soo In!!” Hae Rin terus berteriak tidak jelas. Sementara sambungan telpon sudah diputus oleh Soo In.

“Aigoo~ Memangnya ada ujian praktik apa hari ini? Bukannya praktikum anatomi baru akan dilakukan minggu depan? Kalaupun memang ada ujian praktik lain, kenapa aku sama sekali tidak tau?” Dengan setengah panik, Hae Rin bangun dari sofa.

“Aku harus mandi. Aku harus mandi. Dimana handuk? Dimana handuk?”

Hae Rin berputar-putar tidak jelas, sampai akhirnya matanya tertuju pada sebuah pintu kamar di dorm itu. Dengan sigap Hae Rin membuka pintu kamar yang tidak terkunci tersebut, lalu masuk ke dalam. Sementara sang penghuni kamar yang baru saja bangun karena mendengar teriakan Hae Rin, menatap Hae Rin bingung.

“Ya! Apa yang kau lakukan di sini?” Teriak si pemilik kamar yang tidak lain adalah Do Kyung Soo.

“Oppa, aku pinjam handuk mu!” ujar Hae Rin seraya mengambil sebuah handuk yang tidak diketahui apakah itu milik Kai atau D.O.

“Mwo? Ya! Jangan sentuh handuk ku!” Teriak D.O kesal. Karena memang yang diambil Hae Rin adalah handuk D.O bukan Kai.

“Aish. Oppa, kau pelit sekali. Aku pinjam sebentar.” Ujar Hae Rin.

“Shireo!” teriak D.O. Sedangkan Hae Rin malah mengabaikannya lalu keluar dari kamar. Kai yang satu kamar dengan D.O kontan terbangun mendengar suara teriakan Hyung-nya.

“Hyung, ada apa?” tanya Kai.

Bukannya menjawab pertanyaan Kai, D.O malah terus saja merutuki Hae Rin.

“Yeoja itu benar-benar gila! Beraninya ia memakai handuk ku! Arrrgghh!” D.O terlihat seperti orang frustasi. Ia sangat tidak suka ada orang asing yang berani menyentuh barang miliknya.

 

Sementara itu, Hae Rin yang baru saja keluar dari kamar D.O segera berjalan menuju kamar mandi. Belum sempat Hae Rin memegang pintu kamar mandi tersebut. Seseorang dari arah berlawanan menyenggol badan Hae Rin.

“Minggir! Aku mau mandi!”

“Shireo!” ujar Hae Rin tidak mau kalah.

“Ya! Aku bilang minggir!”

“Baek Hyun oppa, kenapa kau tidak mau mengalah?” Hae Rin menatap tajam Baek Hyun.

“Bukannya aku tidak mau mengalah. Tapi ini dorm ku dan ini kamar mandi ku! Seharusnya kau yang ‘menumpang’ di sini harus tahu diri.” Baek Hyun mendorong pelipis Hae Rin.

“Tapi, aku yang dulu sampai di sini. Jadi, aku dulu yang harus mandi.” Ujar Hae Rin.

“Mwo? Jelas-jelas aku yang dulu menyentuh pintu kamar mandi ini. Berarti aku yang harus lebih dulu mandi.” Protes Baek Hyun.

“Andwae! Aku yang harus lebih dulu mandi.”

“Aku dulu!” teriak Baek Hyun

“Aku dulu!” teriak Hae Rin yang juga tidak mau kalah dengan Baek Hyun.

“Aku!”

“Aku!”

“Aku!”

“Aku!”

 

***

 

Chanyeol’s POV

Dengan mata masih setengah terpejam, aku membangunkan badan ku. Perlahan aku membuka mata, ku lihat Ji Eun masih tertidur sedangkan Baek Hyun sudah tidak ada di kamar lagi. Sementara itu, samar-samar ku dengar suara teriakan yeoja dan namja yang sedang beradu argumen dari arah luar kamar. Aku menarik nafas dalam, yeoja itu pasti Hae Rin. Dan suara namja itu seperti suara Baek Hyun. Dengan malas, aku pun keluar kamar. Yeah, tepat seperti dugaan ku. Itu memang suara Hae Rin dan Baek Hyun. Aku tidak tau apa yang sebenarnya sedang mereka perdebatkan di depan pintu kamar mandi. Akhirnya aku putuskan duduk di sofa untuk menyaksikan adu argumen dua orang aneh itu. Lumayan, hiburan di pagi hari. Kkekekeh~

“Sudah ku bilang aku yang harus lebih dulu mandi!” teriak Hae Rin.

“Aku dulu!!” Teriak Baek Hyun menyaingi suara teriakan Hae Rin.

“Oppa tidak taukah kau dengan ungkapan ‘Ladies first’?”

“Aku tidak pernah dengar!!” Sahut Baek Hyun dingin.

“Tapi sekarang kau mendengarnya!!” ujar Hae Rin.

“Pokoknya aku tidak pernah dengar!!” Baek Hyun masih tetap saja tidak mau mengalah.

“Kau baru saja mendengarnya oppa!!” Hae Rin mulai kesal.

“Aku tidak pernah dengar!”

“Kau sudah mendengarnya!”

“Tidak pernah!”

Baek Hyun dan Hae Rin masih saja terus beradu argumen. Sementara itu, D.O dan Kai pun keluar dari kamar. Ku lihat Kai hanya memasang ekspresi wajah datar, melihat perkelahian 2 makhluk aneh yang sudah membuat rusuh dorm pagi ini. Tapi lain halnya dengan D.O, ia menatap Baek Hyun dan Hae Rin dengan api yang menjalar dari kepala. Aku yakin jika ada orang yang bersedia memberikan pisau ke D.O. Ia pasti sudah melempar pisau itu ke arah Baek Hyun dan Hae Rin. =.=

 

“Hyung, ada apa dengan mereka berdua?” tanya Kai pada ku.

“Molla. Aku bangun tadi, mereka sudah seperti itu.” Jelas ku. Sementara Kai hanya mengangguk.

“Duduklah, kita nikmati saja tontonan drama di hadapan kita ini.” Ujar ku lagi seraya terkekeh. Kai pun akhirnya duduk di sofa bersama ku. Hahaha donsaeng ku ini, memang sehati(?) dengan ku .

Aku dan Kai masih tetap duduk menyaksikan dua anak manusia yang sedang berkelahi beradu argumen di depan pintu kamar mandi itu.

“Oppa, kau sangat egois!! Aku menyesal telah mengidolakan mu!”

“Kalau begitu jangan mengidolakan ku lagi!” Sahut Baek Hyun ketus.

“Ya!! Byun Baek Hyun!! Kenapa kau begitu menyebalkan!”

“Dan kau Ma Hae Rin! Kenapa kau begitu cerewet!”

“Minggir! Aku dulu yang mandi!”

“Aku dulu!”

 

Baek Hyun dan Hae Rin masih terus berdebat. Lama-lama aku juga bosan melihatnya. Aku pun mengalihkan pandangan ku ke lain. Dari arah kamar Suho hyung dan Sehun, pintu kamar tiba-tiba terbuka. Ku lihat magnae kami, berjalan dan masuk ke kamar mandi dengan gesit.

 

BLAAAAMMMM

 

Pintu kamar mandi ditutup. Aku kembali mengalihkan pandangan ku ke arah dua makhluk aneh tadi. Mereka berdua sudah berhenti beradu argumen.

“Ya! Siapa yang masuk ke kamar mandi?!” Teriak Baek Hyun.

“Aku hyung, Sehun.” Sahut Sehun dari dalam kamar mandi.

“Sehun oppa!!  Aku mau mandi!” ujar Hae Rin.

“Sehun!! Keluar kau!!” Baek Hyun memukul-mukul pintu kamar mandi. Tapi Sehun yang ada di dalam malah mengabaikannya.

“Byun Baek Hyun! Jangan merusak perabotan di dorm kita ini! Kalau pintu itu lepas, apa kau mau menggantinya?!” D.O pun kemudian membuka suaranya. Kali ini ia sudah tidak bisa menahan emosinya lagi. Itu sudah sifat D.O. Ia akan sangat marah jika ada yang berani merusak barang-barang di dorm.

 

***

 

Author’s POV

Keadaan sudah kembali normal dan tenang. Hae Rin sudah pergi ke kampus-nya. Baek Hyun, D.O, dan Sehun sedang berkunjung ke dorm EXO-M. Yang tersisa di dorm hanya Suho, Chanyeol, Kai dan Ji Eun.

“Chanyeol-ah, tadi Manager menelpon ku. Ia menyuruh kau dan aku menemuinya di gedung SM.” Ujar Suho.

“Mwo? Memangnya ada apa hyung?” tanya Chanyeol.

“Entahlah, aku tidak tahu. Sebaiknya kita berangkat sekarang. Ia menyuruh kita secepatnya ke sana.” Jelas Suho.

“Aku ikut hyung.” Sahut Kai.

“Ne.” Jawab Suho.

“Andwae.” Tolak Chanyeol.

“Wae?” Tanya Suho dan Kai.

“Hyung, Ji Eun belum bangun. Kalau Kai juga ikut pergi bersama kita. Siapa yang akan menemani Ji Eun di dorm?” Ujar Chanyeol.

“Mwo? Jadi yeoja itu belum bangun?? Aish, benar-benar pemalas.” Kai berdecak kesal.

“Maka dari itu, kau jangan ikut kami Kai. Kau harus menemaninya di sini. Arasseo?” ujar Chanyeol.

“Ne Kai, ikuti saja kata Chanyeol.” Sambung Suho.

“Ne. Ne. Arasseo..” Sahut Kai dengan malas.

“Kalau begitu kami berangkat dulu. Awas kalau kau macam-macam dengan Ji Eun.” Suho menatap Kai tajam.

“Ya hyung! Jangan samakan aku dengan mu. Lagi pula, Ji Eun itu juga bukan tipe ku. Badan kecil. Sama sekali tidak menarik.” Ujar Kai kesal.

 

***

 

Ji Eun’s POV

“Ji Eun..” Samar-samar ku dengar suara seseorang membangunkan ku.

“Emm..” Dengan mata terpejam, aku berdehem singkat.

“Jangan terlalu erat, badan ku kesakitan.”

Apa katanya tadi?

Siapa orang yang membangunkanku ini?

 

“Apa?” Masih dengan terpejam, aku merespon suara itu.

“Memeluknya.” Sahut suara itu lagi.

Mwo? Maksudnya?

Bukankah sekarang aku sedang memeluk guling. Sejak kapan ada guling yang bisa bicara bahasa manusia?

Lagi pula kenapa guling ini jadi lebih besar dari ku??

Eh tunggu dulu kenapa suaranya seperti namja?

MWO?? SUARA NAMJA??

 

“KYAAAAA!!!” Aku berteriak histeris ketika membuka mataku. Ku lihat Kai ada dipelukan ku. Dengan refleks aku mendorongnya hingga ia jatuh dari tempat tidur.

“Ya! Apa yang kau lakukan??!” Kai meneriaki ku.

“Mianhe~” Han Ji Eun apa yang telah kau lakukan. Kenapa kau mendorong pangeran mu?

“Yeoja aneh.” Kai menatap ku datar.

Aku menutup mulut ku dengan tangan. Ku lihat ia mengangkat badannya lalu berdiri. Ia memegang punggungnya, aku yakin ia pasti kesakitan karena jatuh dari tempat tidur waktu ku dorong tadi.

“Jeongmal mianhe. Aku tidak bermaksud untuk mendorong mu. Aku hanya kaget, karena kau tiba-tiba memelukku.” Jelas ku pada Kai.

Ia tersenyum remeh melihat ke arah ku. Omo, senyumnya itu. >,<

“Kau jangan salah paham. Aku tidak memelukmu. Tadi aku berniat ingin membangunkanmu. Tapi kau malah menarik ku lalu memelukku.”

“Jinja?”

Aku menundukkan wajahku. Aish, benar-benar memalukan. Aku yakin wajah ku sekarang pasti sudah seperti kepiting rebus. Han Ji Eun, apa yang barusan kau lakukan. Kau memeluk Kai. Aigoo~ aku tidak bisa percaya ini.

“Ne.” Sahut Kai singkat. Aku pun memberanikan diri melihat ke arahnya. Ia tersenyum jahil ke arah ku seraya mendekatkan wajahnya di hadapan wajah ku. Apa yang ingin ia lakukan? Omo, wajah kami hanya berjarak 2 centi saja. Aku bisa merasakan hembusan nafasnya. Otokhe? Lama-lama aku bisa pingsan kalau seperti ini.

 

 

BRAAAKKK

 

 

Tiba-tiba pintu kamar terbuka! Aku dan Kai tersentak kaget dan menjauhkan wajah masing-masing.

“Ya! Kim Jong In!! Apa yang kau lakukan?” D.O oppa masuk seraya menatap tajam ke arah Kai. Sementara itu di depan pintu kamar ada Sehun, Chanyeol oppa, Lu Han oppa dan Suho oppa.

“Aku hanya ingin memberitahunya, ada tahi mata di mata kanannya.” Ujar Kai santai.

Apa katanya tadi?? Aigoo~ ini memalukan. Dengan cepat aku mengambil selimut menutup wajah ku lalu membersihkannya. Dari dalam selimut aku masih bisa mendengar suara Kai dan yang lain.

“Hanya itu??” tanya Suho oppa.

“Memangnya kalian kira aku akan melakukan apa?” Ujar Kai.

“Kami kira kau akan menciumnya.”

Mendengar itu, kontan aku menampakkan kembali wajah ku dari dalam selimut. Aku pun mengalihkan pandangan ke arah Kai. Ia menatap 5 namja itu dengan kesal.

“Apa kalian kira aku gila?? Aish, kalian semua memang yadong.” Kai mengambil bantal lalu melempar itu ke arah hyung dan dongsaengnya.

“Eh tunggu dulu! Kenapa kalian bisa ada di sini??” Kai tiba-tiba menunjuk Suho oppa dan Chanyeol oppa.

“Lalu kalian juga! Sejak kapan kalian datang?” Kai beralih menunjuk Sehun, D.O oppa dan Lu Han oppa.

“Itu… Kami… Eee.. Kami haus..” ujar D.O oppa.

“Nee.. Kami haus.. Jadi kami ingin mengambil botol air Baek Hyun yang ada di kamar ini..” Sambung Lu Han oppa.

“Oppa. Alasan kalian benar-benar aneh. Kalau mau minum kan, kalian bisa mengambil air minum di dapur. Kenapa harus repot-repot ke kamar ini?” Sahut ku. Sementara itu, ku lihat Kai menatap Lu Han oppa, Suho oppa, D.O oppa, Chanyeol oppa dan Sehun dengan tatapan membunuh.

“Ha-ha kau benar Ji Eun. Eee.. Eee.. Kami… Kami… Kami harus pergi dulu. Ponsel kami tertinggal di dorm EXO-M.” Ujar Chanyeol oppa seraya menarik ke empat member EXO yang lain. Lalu keluar dari kamar.

 

Aku pun mengalihkan pandangan ke arah Kai.

“Mencurigakan.”

“Aneh.”

“Aku yakin mereka pasti mengintip.”

“Jangan berprasangka buruk seperti itu.”

“Jadi kau lebih percaya dengan alasan mereka yang aneh itu?”

“Tentu saja tidak.” Jawab ku.

 

***

 

Sehun’s POV

Waktu sudah menunjukkan pukul 01.00 malam. Sebenarnya aku sudah sangat mengantuk dan ingin cepat tidur. Tapi Baek Hyun hyung menyuruh ku menemaninya menunggu Hae Rin yang masih belum pulang. Inilah nasib kalau jadi yang paling muda, pasti aku yang jadi tumbal(?).

“Hyung, aku ingin tidur.”

Baek Hyun hyung tidak menjawab ku, ia hanya menatap ku datar.

“Hyung, aku mengantuk. Member yang lain saja sudah tertidur di kamar. Kenapa aku tidak boleh hyung?”

“Sudah ku bilang kan. Kau harus menemani ku menunggu Hae Rin pulang.”

“Aish, hyung. Sejak kapan kau peduli dengan yeoja itu?? Bukannya kau membencinya?”

“Aku tidak pernah membencinya.”

“Tapi kau selalu galak padanya hyung.”

“Aku galak, bukan berarti benci.”

“Oh, jadi kau menyukainya hyung?”

Baek Hyun hyung terdiam. Ia lalu memberiku tatapan dinosaurus(?). Omo, sepertinya aku salah bicara.

“Kau mau mati?”

“Anniyo.” Aku menggelengkan kepala ku.

“Kalau begitu jangan cerewet.”

“Aku cerewet karena aku mengantuk hyung.”

“Aish, ya sudah. Kau tidur saja ke kamar.” Baek Hyun hyung mengibas-ngibaskan tangannya seolah mengusir ku.

“Ne…” Aku pun dengan cepat masuk ke kamar. Aku benar-benar lelah. Padahal, hari ini kami diberi waktu istirahat sehari penuh. Tapi aku tetap saja kelelahan. Karena tadi seharian aku bermain dan menghabiskan tenaga di dorm EXO-M.

 

Baek Hyun’s POV

Selang beberapa menit Sehun masuk ke kamar. Pintu dorm kemudian terbuka. Terlihat Hae Rin berjalan masuk dengan membawa sebuah koper lalu menuju ke arah kamar ku dan Chanyeol.

“Apa yang kau bawa itu? Bom? Granat? Kau ingin meledakkan kamar ku karena kau membenci ku.” Ujar ku sarkastik.

“Oppa, kenapa kau selalu berprangsaka buruk pada ku?” Yeoja itu menatap ku kesal.

“Aku hanya berantisipasi. Mungkin saja kau dendam pada ku.”

“Aneh.”

“Apa isi koper itu?”

“Pistol untuk membunuhmu! Ya! Tentu saja isinya pakaian. Pakaian ku dan Ji Eun.” Hae Rin meneriaki ku.

“Aish. Tidak bisakah kau tidak berteriak. Ini sudah malam. Aku tidak mau D.O bangun lalu membunuh mu.” Ujar ku pada Hae Rin. Tapi yeoja itu malah mengabaikan ku dan masuk ke dalam kamar ku membawa kopernya. Aku yang duduk di sofa pun hanya diam dan melihatnya saja. Tidak lama kemudian, ia pun lalu keluar dari kamar dan duduk di sofa di dekat ku.

“Kau kenapa lama pulang? Anak SMA seperti mu pulang selarut ini. Benar-benar tidak pantas.” Aku mulai membuka pembicaraan. Aku khawatir dan ingin tau kenapa ia pulang tengah malam seperti ini. Tapi, memang mulut ku yang babo malah mengeluarkan sepenggal kalimat kasar sepertiitu.

“Aku sudah kuliah.” Jawabnya singkat. Aku mengerutkan dahi ku.

“Mwo?  Bukannya Ji Eun itu masih SMA. Bahkan kau lebih muda darinya. Bagaimana bisa kau sudah kuliah?”

“Aku ikut kelas akselerasi, oppa.”

“Waktu itu Ji Eun mengatakan kalau kau seorang dokter. Kau kuliah di fakultas kedoteran?” tanya ku.

“Ne, aku memang kuliah di sana. Tapi aku bukan dokter. Aku ‘calon’.”

“Itu sama saja. Nantinya kau juga akan menjadi dokter.” Ujar ku.

 

Kemudian suasana menjadi hening. Ku lihat Hae Rin beberapa kali menguap. Ku rasa ia mengantuk.

“Kau mengantuk? Kenapa tidak tidur?” Tanya ku basa-basi.

“Bagaimana aku bisa tidur kalau kau masih saja duduk di sofa ini.” Ujar Hae Rin menatap ku kesal.

“Eh..” Seketika aku pun lalu beranjak dari sofa.

“Gamsahabnida. Baek Hyun-shi.”

“Kenapa tidak memanggil ku oppa?”

“Oh, jadi kau senang kalau aku memanggilmu oppa.” Hae Rin tersenyum ke arah ku.

“Anniyo.” Entah kenapa, tiba-tiba aku jadi salah tingkah. Sedangkan yeoja itu masih saja tersenyum ke arah ku. Aish, aku tau maksud senyumannya itu.

“Oppaaa~” ujar Hae Rin dengan nada manja.

“Ya! Kau kira aku akan tergoda dengan anak kecil seperti mu? Jangan mimpi!” Aku mendorong kepala Hae Rin.

“Appoo..” Hae Rin meringis kesakitan. Aku terkekeh geli melihat eskpresinya itu. Entah kenapa, sekarang aku jadi suka melihat wajah babonya. Eh? Apa yang barusan aku katakan? Aish. Sepertinya aku harus pergi ke psikiater besok. Otak ku sudah mulai tidak beres!

 

***

 

Sehun’s POV

Sudah beberapa hari Hae Rin dan Ji Eun menginap di dorm. Dan sudah beberapa hari ini juga, setiap pagi dorm pasti rusuh. Karena pertengkaran Hae Rin, D.O hyung, dan Baek Hyun hyung atau terkadang dorm juga bisa rusuh karena Ji Eun yang hampir setiap pagi pingsan melihat Kai yang suka berkeliaran di dorm tanpa pakai baju.

“Aku tidak suka tomat.” Protes Baek Hyun hyung.

“Jinja? Baiklah kalau begitu aku tambahkan lebih banyak tomat lagi.” Ujar Hae Rin seraya memasukkan tomat ke dalam blender. Yeoja itu memang sengaja memancing emosi Baek Hyun hyung.

“Ya! Kau mau mati?” Teriak Baek Hyun hyung.

“Aish, diamlah! Kau sudah kalah! Ayo cepat minum!” ujar Suho hyung seraya menuangkan jus campur dari blender itu ke gelas lalu memberikannya ke Baek Hyun hyung.

“Cepat minum hyung!” ujar Kai.

“Kenapa minuman ini berbau aneh?! Kau campur apa saja minuman ini?” Baek Hyun hyung menatap Kai tajam.

“Aku hanya menambahkan brokoli, kentang, wortel dan bawang putih.” Jelas Kai.

“Pantas saja baunya begitu menusuk.” Baek Hyun hyung menutup hidungnya, lalu meminum minuman itu.

 

Ada yang penasaran apa yang sedang kami lakukan sekarang? Kami sekarang sedang bermain kartu. Dan bagi yang kalah harus meminum Jus campur. Atau mungkin lebih tepatnya Jus beracun.

“Habiskan!” ujar D.O hyung.

“Aish, aku benci tomat. Awas kau Ma Hae Rin!” Ujar Baek Hyun hyung lalu lanjut meminum jus beracun itu.

“Jusnya enak oppa?” tanya Hae Rin dengan wajah tanpa dosa. Sementara Baek Hyun hyung terus merutuk tidak jelas.

“Ayo, kita lanjutkan lagi permainannya.” Ujar Ji Eun.

 

Kami bermain kartu seperti sedang mengerjakan soal ujian. Semuanya bermain dengan serius. Karena kalau kalah, nyawa(?) kami dipertaruhkan.

“Hahahaha kau kalah Ma Hae Rin!” Baek Hyun hyung tertawa senang.

“Nah, sekarang kau minum jus buatan ku!” ujarnya lagi.

“Andwae!” Hae Rin menarik-narik baju Ji Eun seperti anak kecil. Kami hanya tertawa melihat tingkahnya.

“Sebentar lagi selesai!” ujar Baek Hyun hyung seraya memasukkan 2 buah cabe merah ke dalam blender itu. Entah kenapa diantara Hyung ku. Baek Hyun hyung yang paling bernafsu membuat Jus itu. Ia bahkan menamai Jus tersebut, ‘Jus Mematikan Untuk Membasmi Hae Rin ala Baek Hyun.’

“Cepat minum!” Baek Hyun hyung menyodorkan jus itu ke arah Hae Rin.

“Shireo!” Hae Rin mengelengkan kepalanya.

“Baek Hyun, kau terlalu berlebihan. Berikan jus itu pada ku. Biar aku saja yang meminumnya.” Ujar Chanyeol hyung yang berhasil membuat kami semua menoleh ke arahnya. Benar-benar aneh. Tidak biasanya Chanyeol hyung mau berkorban meminum jus racun itu.

“Andwae! Jus ini harus diminum Hae Rin!” Baek Hyun hyung semakin mendekatkan gelas itu ke Hae Rin.

“Oppa, kau benar-benar kejam! Kau memasukkan cabe dalam jus ini! Dan kau bahkan memaksa ku meminumnya! Kau benar-benar tidak punya hati nurani.”

“Jangan cerewet! Cepat minum!”

Dengan terpaksa Hae Rin meminum jus itu. Tapi anehnya, ia bisa langsung menghabiskan jus mematikan itu dalam sekali teguk.

“Hae Rin benar-benar hebat.” Ujar Suho hyung kagum.

Selang beberapa detik kemudian. Hae Rin meringis kesakitan memegang perutnya.

“Oppa, aku tidak main lagi. Aku mau ke toilet.” Ujarnya seraya berlari ke arah toilet.

 

Tanpa Hae Rin, kami pun kemudian melanjutkan lagi permainan gila kami. Tiba-tiba bel dorm berbunyi.

“Baek Hyun, coba lihat siapa yang datang.” Ujar Suho hyung. Baek Hyun hyung lalu berjalan menuju pintu dorm. Tidak lama kemudian, ia lalu masuk lagi dengan ekspresi yang menakutkan.

“Hyung. Di depan.. Datang.. Ada.. Yang datang.. Manager dan member EXO-M..” Ujar Baek Hyun hyung.

 

“MWOOO???”

Kami semua panik.

 

“Sembunyikan kartu ini.” Ujar D.O hyung.

“Sembunyikan dulu Ji Eun.” Ujar Chanyeol hyung.

“Sembunyikan ia di bawah meja.” Saran ku.

“Ya! Kau gila? Kau bisa menyakitinya. Mana muat ia bersembunyi di situ. Sembunyikan ia dalam lemari!” Saran Suho hyung.

“Hyung! Kau bahkan lebih gila! Kau bisa membunuhnya kalau memasukkannya dalam lemari!” Protes ku.

“Aish, sudahlah. Suruh saja Ji Eun ke kamar.” Ujar D.O hyung.

“Mian Ji Eun, sebaiknya kau bersembunyi di kamar dulu.” Ujar Kai seraya menarik Ji Eun ke kamar Chanyeol hyung.

 

“Kenapa lama di buka?” tanya manager seraya duduk di sofa.

“Mianhe hyung, kami tadi sedang makan.” Suho hyung berbohong. Manager hanya mengangguk.

“Ada perlu apa Hyung kemari?” tanya Kai.

“Aku hanya ingin memberikan kan jadwal baru kalian setelah debut.”

“Ne.”

“Beberapa hari lagi kalian debut, aku harap kalian sudah menyiapkan stamina untuk jadwal baru kalian.” Ujar Manager lagi.

“Lalu kapan kami berangkat ke Cina?” Tanya Lu Han hyung.

“5 hari lagi. Dan member EXO-K, juga harus ikut.” Ujar Manager.

“Ne.” Sahut Kami singkat.

“Baiklah, hanya itu yang ingin aku beritahukan ke kalian. Simpanlah jadwal ini. Aku pulang dulu.” Ujar Manager seraya beranjak dari sofa. Belum sempat ia sampai di depan pintu dorm, manager lalu menghentikan langkahnya. Pandangannya tertuju ke benda bulat berwarna biru yang ada di lantai.

“Omo!” Aku menutup mulut ku. Itu ikat rambut milik Ji Eun.

“Milik siapa ini?” Manager menatap kami curiga.

“Itu.. Ee.. Itu milik ku. Aku membelinya kemarin.” Ujar Kai.

Manager menggerutkan dahinya menatap Kai.

“Itu sebenarnya ingin aku berikan ke Taemin. Hahaha rambut Taemin sudah agak panjang sekarang.” Ujar Kai lagi seraya memungut benda berwarna biru itu. Ia tertawa dibuat-buat. Untung saja manager tidak curiga. Ia lalu melanjutkan langkahnya. Belum sempat manager membuka pintu dorm.

 

 

BRAAAKKKK!!

 

 

Tiba-tiba pintu toilet terbuka.

“Oppa, tisunya habis. Aku masih ingin buan—“ Hae Rin terdiam menatap kami.

Aku memukul jidat ku sedangkan hyung ku yang lain mengeleng-gelengkan kepala mereka. Aish, kami lupa kalau Hae Rin tadi sedang di toilet.

“Lu Han, Chen, Tao, Kris, Xiu Min, Lay. Kalian pulanglah dulu ke dorm kalian. Ada yang ingin aku bicarakan dengan ke-enam member EXO-K!” Ujar manager seraya menatap kami garang.

Sementara itu, kami hanya bisa menghela nafas dalam. Tamatlah riwatyat kami.

 

***

 

Author’s POV

Suasana dorm terasa begitu menegangkan. Suho, Chanyeol, Baek Hyun, D.O, Kai, Sehun, Ji Eun dan Hae Rin duduk berjejer menghadap Manager Kim dengan keringat dingin yang mengalir di tubuh mereka. Sementara sang manager terus memberikan tatapan mengintimidasi ke arah 8 orang itu.

“Jadi begitu ceritanya hyung.” Ujar Kai.

“Ne, aku mengerti. Kalau begitu, lebih baik Hae Rin dan Ji Eun pulang saja ke rumah mereka. Mereka fans kalian, dan jika mereka ingin menemui kalian. Mereka bisa hadir di acara konser kalian. Lagi pula, kalian tidak perlu menyuruh mereka menginap di sini, jika ingin menutup mulut mereka.” Ujar Manager Kim.

“Kalian berdua fans EXO, tentu kalian menyayangi mereka kan?” ujarnya lagi.

Ji Eun dan Hae Rin mengangguk.

“Kalau memang begitu. Seharusnya kalian akan tutup mulut tentang kejadian waktu itu dan tidak menginap di dorm ini. Ini demi kebaikan mereka, aku tidak ingin mereka mendapat masalah kalau ada yang tau kalian menginap di dorm ini. Arasseo?”

“Ne. Kami tidak akan menginap di sini lagi. Kami akan pulang ke rumah kami manager Kim.” Ujar Ji Eun seraya menundukkan wajah. Perlahan setetes air mengalir di pipinya.

“Bagus, kalau kalian mengerti. Kalau begitu kalian bisa pergi sekarang. Ada yang ingin mengantar mereka?” Tanya Manager Kim. Sementara itu member EXO-K saling beradu pandang.

“Aku senang mereka pergi dari dorm.” Ujar Kai.

“Aku juga.” Sambung D.O.

“Tidak ada lagi yang membuat rusuh di dorm. Itu lebih baik.” Sahut Baek Hyun.

“Sepertinya, mereka tidak mengharapkan kalian di sini. Diantara mereka juga tidak ada yang ingin mengantar kalian.” Ujar Manager Kim pada Hae Rin dan Ji Eun. Ji Eun semakin menundukkan wajahnya.

“Aku mau mengantar mereka hyung.” Ujar Chanyeol. Sedangkan member EXO-k yang lain menatap Chanyeol heran.

“Kalau begitu antar mereka pulang.” Ujar Manager Kim dingin.

Chanyeol pun lalu membawa koper Hae Rin dan ji Eun berjalan keluar dorm. Perlahan tapi pasti sosok ketiga orang itu kemudian menghilang di balik pintu dorm.

 

***

 

Hae Rin’s POV

Aku dan Ji Eun sekarang sedang menuju perjalanan pulang ke rumah bersama dengan Chanyeol oppa yang mengantar kami.

“Oppa, Gomawoyo~”

“Untuk apa?” tanya Chanyeol oppa.

“Karena kau baik terhadap kami dan mau mengantar kami pulang. Aku senang kau tidak seperti mereka. Aish, aku tidak menyangka Baek Hyun oppa, D.O oppa dan Kai akan mengatakan itu tadi.” Ujar ku.

“Mereka mengatakan itu, karena takut dengan manager.”ujar Chanyeol oppa.

“Tapi, walaupun begitu tidak seharusnya mereka mengucapkan kalimat seperti itu. Lihat Ji Eun saja sampai menangis.” Ujar ku seraya mengalihkan pandangan ke Ji Eun yang ada di belakang. Ia masih kesal mendengar sepenggal kalimat terakhir yang tadi Kai ucapkan.

“Ji Eun-ah. Jangan menangis lagi. Mereka pasti terpaksa mengatakan itu.” Ujar Chanyeol oppa.

“Sudahlah oppa, jangan membela mereka. Aku tau, mereka tidak suka kami menginap di dorm. Apa lagi Baek Hyun oppa, dia kan sangat membenci ku.” Sahut Ku.

“Ia tidak membenci mu Hae Rin. Kalau ia membenci mu, untuk apa setiap malam ia pergi keluar kamar hanya untuk merapikan selimut mu.”

“Maksud mu oppa?” aku menatap Chanyeol oppa heran.

“Sudahlah, jangan dibahas lagi. Kita sudah sampai. Ini rumah Ji Eun kan?” Chanyeol oppa mengalihkan pembicaraan.

“Ne…” Aku mengangguk.

Aku pun lalu mengantar Ji Eun ke rumahnya. Ku lihat ada Hyo Sun di depan gerbang. Ia pasti baru saja pulang sekolah.

“Anyeong eonni. Kau sudah puas menginap di rumah Hae Rin eonni? Hampir 4 hari kau menginap di sana. Sepertinya gosip kalian kali ini benar-benar mengasyikkan.” Goda Hyo Sun.

“Diamlah. Aku sedang malas berkelahi.” Ujar Ji Eun seraya masuk ke dalam.

“Kau tidak masuk eon?” tanya Hyo Sun pada ku.

“Anni, aku hanya mengantar Ji Eun saja.” Hyo Sun hanya mengangguk. Aku pun lalu berjalan meninggalkan rumah Ji Eun dan masuk ke dalam mobil. Tidak lama kemudian, mobil Chanyeol oppa berhenti di depan rumah ku. Aku lalu keluar dari mobil. Dan ia juga mengikuti ku.

“Gomawoyo~ oppa.” Aku tersenyum ke arahnya. Ia membalas senyuman ku.

Aku pun kemudian melangkah menuju depan gerbang rumah ku. Belum sempat aku masuk ke dalam. Chanyeol oppa memanggilku.

“Hae Rin-ah.” Aku membalikkan badan ku. Tiba-tiba Chanyeol oppa mencium kening ku.

“Aku harap kita bisa bertemu lagi. Aku suka suara cempreng mu.” Ujarnya seraya tersenyum lalu berjalan masuk ke dalam mobilnya.

Aku menatap mobil Chanyeol oppa yang semakin menjauh, aku tidak merespon perkataannya tadi. Aku benar-benar shock! Aku tidak percaya apa yang baru saja terjadi. Chanyeol oppa mencium kening ku! Omo, ia tadi mencium kening ku! Aku tidak mimpi! Ini nyata!

 

***

 

Author’s POV

“Baru sehari Ji Eun dan Hae Rin meninggalkan dorm. Aku sudah mulai merindukan mereka hyung.” Ujar Sehun.

“Kau menyukai mereka?” Suho menatap Sehun intens.

“Tentu saja aku menyukai mereka. Mereka kan fans kita hyung.” Jelas Sehun.

“Bukan itu maksud ku!” Suho mendorong pelipis Sehun.

“Sudahlah Sehun, jangan memikirkan mereka. Sebaiknya kau pikirkan debut kita yang tinggal beberapa hari lagi. Lihatlah hyung mu yang lain. Kami saja sudah tidak memikirkan dua yeoja aneh itu. Hanya kau saja yang terlalu berlebihan memikirkan mereka.” Ujar D.O.

“Siapa bilang hanya aku? Baek Hyun hyung dan Kai juga memikirkan yeoja itu. Kemarin Kai tersenyum seperti orang gila sambil mengamati ikat rambut Ji Eun. Bahkan tadi malam, Baek Hyun hyung berbaring di sofa sambil menyebut-nyebut nama Hae Rin.” Jelas Sehun.

“Jinja?? Aigoo~ Sepertinya dongsaengdeul sudah mulai dewasa.” Ujar Suho tersenyum senang.

“Aish, hyung. Kenapa malah kau yang senang? Kau benar-benar aneh!” ujar D.O yang kemudian pergi masuk ke kamar meninggalkan Suho dan Sehun di ruang tengah. Ia tidak ingin ikut terlalu jauh ke dalam pembicaraan tidak jelas Suho dan Sehun.

“Hyung, aku tidak mengerti maksudmu.”

“Kau masih terlalu kecil untuk mengerti.”

“Oh ya, apa Kai dan Baek Hyun pernah berbicara dengan mu atau meminta mu melakukan sesuatu yang berhubungan dengan Ji Eun dan Hae Rin?” tanya Suho.

Sehun berpikir sejenak. “Pernah. Mereka menyuruh menanyai Chanyeol hyung alamat rumah Hae Rin dan Ji Eun. Bahkan kemarin Baek Hyun hyung, juga menyuruh ku ke rumah Hae Rin. Ia meminta ku memberitahu Hae Rin untuk  menemuinya di Café Hima-dango.”

“Jinja? Kapan mereka akan bertemu?” Tanya Suho antusias.

“Aku tidak akan memberitahu mu, hyung. Nanti aku dimarahi Baek Hyun hyung.” Ujar Sehun.

“Ya! Kau pelit sekali.”

“Aku bukan pelit! Tapi aku hanya menjaga kepercayaan hyung.” Ujar Sehun.

“Lalu bagaimana dengan Kai?” tanya Suho.

“Kalau Kai, ia hanya meminta ku menemaninya ke rumah Ji Eun besok.”

“Jinja? Kapan kalian akan pergi sana?”

“Aku tidak akan memberitahunmu hyung.”

“Ya! Sejak kapan kau jadi pelit seperti ini?”

“Aku tidak pelit. Aku hanya mencoba menjaga rahasia.” Sahut Sehun.

“Ya! Oh Sehun! Kalau itu memang rahasia, kenapa kau memberitahukannya pada Suho hyung??” ujar Kai seraya menatap Sehun kesal. Sedangkan Baek Hyun yang ada di samping Kai, memberi Sehun tatapan membunuh.

“Mwo? Kapan kalian datang?” tanya Sehun kaget. Kai dan Baek Hyun tidak menjawab pertanyaan Sehun dan hanya memberikan si magnae tatapan mengintimidasi.

“Dasar magnae babo! Aku menyesal memberitahukan rencana ku pada mu.” Ujar Baek Hyun.

“Aish, sudahlah jangan terlalu menyalahkan Sehun. Lagi pula yang tau tentang rencana kalian itu kan hanya aku?” ujar Suho hyung.

“Justru karena yang tau itu kau, makanya aku khawatir hyung.” Ujar Kai.

“Kau kan sangat tidak bisa menjaga rahasia.” Sambung Baek Hyun.

“Ya! Kalian berdua tidak sopan!!” Suho memukul kepala Baek Hyun dan Kai.

“Hyung, tenanglah.” Ujar Sehun. Suho pun menghentikan aksi membunuhnya(?).

“Kalau kalian mau, aku bisa membantu kalian.” Ujar Suho.

“Aku tidak perlu bantuan mu hyung, aku bisa mengurusnya sendiri.” Ujar Baek Hyun.

“Aish. Kau ini.” Suho berdecak kesal.

“Kalau begitu, kau membantu ku saja hyung.” Ujar Kai.

“Ne.” Suho tersenyum penuh arti.

“Besok pagi kau dan Sehun ikut aku pergi ke rumah Ji Eun. Arasseo?”

 

***

 

Di sebuah ruang besar dengan meja bundar berwarna putih yang memenuhi ruangan itu. Terlihat 4 orang laki-laki memakai pakaian serba hitam, menggunakan hodie seraya duduk di sebuah meja yang ada di sudut ruangan. Mereka memang sengaja memilih tempat di sudut ruangan, dengan alasan karena tempat tersebut – sepi.

“Ya! Kenapa kalian mengikuti ku?” tanya Baek Hyun kesal.

“Kami tidak mengikuti mu hyung. Tapi tadi waktu kami ke rumah Ji Eun, ku lihat ia pergi bersama Hae Rin. Ku pikir mungkin Ji Eun diajak oleh Hae Rin ke sini. Makanya kami kemari.” Jelas Kai.

“Kalau begitu kenapa kalian harus duduk satu meja dengan ku? Aish, benar-benar mengganggu.”

“Baek Hyun-ah, kau marah seperti kami mengganggu kencan mu saja. Kau di sini bukan karena ingin kencan kan?” Goda Suho.

“Tentu saja bukan.” Jawab Baek Hyun.

“Hyung, mereka datang.” Sela Sehun yang berhasil menghentikan perdebatan Suho dan Baek Hyun.

“Ne, kajja kita pindah ke meja lain. Biarkan Kai dan Baek Hyun duduk di sini.” Suho pun menarik Sehun.

 

2 gadis yang baru masuk ke café itu, kemudian berjalan ke arah meja Baek Hyun dan Kai.

“Duduklah.” Ujar Baek Hyun.

Hae Rin pun kemudian duduk di samping Baek Hyun, sementara Ji Eun hanya berdiri. Bola matanya tidak lepas menatap Kai. Selang beberapa saat kemudian, Ji Eun pun membuka suaranya.

“Hae Rin-ah, aku tidak enak badan. Aku pulang dulu.” Ujar Ji Eun seraya melangkah pergi  menuju pintu café dan berjalan keluar dari tempat tersebut.

“Ji Eun.” Baek Hyun memanggil Ji Eun, tapi percuma saja. Ji Eun sudah menghilang di balik pintu café.

“Ada apa dengannya?” Tanya Baek Hyun pada Hae Rin.

“Ia tidak enak badan karena melihat wajah namja itu.” Jawab Hae Rin ketus seraya melihat ke arah Kai.

Kai yang di tatap Hae Rin, kemudian beranjak dari tempat duduknya.

“Hyung, aku pergi dulu.” Kai pun lalu melangkah pergi keluar café menyusul Ji Eun.

“Hyung, Kai pergi. Cepat susul dia.” Ujar Sehun yang duduk di sebelah meja dekat Baek Hyun.

“Mereka juga ikut?” Hae Rin menatap bingung Sehun dan Suho yang sudah berjalan menuju pintu café.

“Selain mereka, siapa lagi yang kau ajak kemari?” tanya Hae Rin lagi.

“Hanya mereka saja.”

“Jinja?”

“Kau tidak percaya pada ku?”

“Wajah mu bukan wajah yang dapat dipercaya.”

“Aish, sudahlah. Aku sedang malas berdebat dengan mu.” Ujar Baek Hyun. Sementara Hae Rin hanya diam seraya menatap Baek Hyun dingin.

“Apa kau begitu membenci wajah ku?” Tanya Baek Hyun pada Hae Rin. Sedangkan yang ditanya masih saja diam dan terus menatap Baek Hyun dengan tatapan dinginnya.

“Ya! Jangan menatap ku seperti itu!” Teriak Baek Hyun.

“Diam!” Hae Rin memukul kepala Baek Hyun.

“Orang-orang melihat kita babo!” ujarnya lagi.

Baek Hyun meringis kesakitan memegang kepalanya.

“Lihatlah belakang kepala ku!” Perintah Baek Hyun.

“Kenapa dengan kepala mu?”  Dengan khawatir Hae Rin melihat ke belakang kepala Baek Hyun.

“Karena kau tidak mau melihat wajah ku, jadi lihat saja.” Ujar Baek Hyun santai.

“Ya! Kau mau mati?” Hae Rin meneriaki Baek Hyun seraya memukul kepala namja itu lagi.

“Appo.” Baek Hyun meringis kesakitan.

“Jangan manja!” Ujar Hae Rin.

“Ini benar-benar sakit babo! Aish, tangan mu itu sebenarnya terbuat dari batu apa?” Tanya Baek Hyun seraya mengoyang-goyangkan tangan Hae Rin.

“Sudahlah oppa! Hentikan pembicaraan tidak jelas ini!” Hae Rin melepaskan tangannya dari Baek Hyun.

“Ada perlu apa kau ingin bertemu dengan ku?” Tanya Hae Rin.

“Kau bawa ponsel mu?” Baek Hyun mengabaikan pertanyaan Hae Rin dan balik bertanya.

“Tentu saja aku bawa.” Hae Rin mengeluarkan ponselnya.

“Kemarikan ponsel mu.” Baek Hyun menarik paksa ponsel Hae Rin.

“Mwo? Apa yang akan kau lakukan oppa?” Hae Rin menatap Baek Hyun bingung.

Baek Hyun, mulai memainkan ponsel Hae Rin.

“Ya! Kenapa wallpaper mu wajah Chanyeol? Sejak kapan kau jadi fansnya?” Baek Hyun menatap Hae Rin kesal.

“Sejak ia mengantar ku dan Ji Eun pulang.” Jawab Hae Rin datar.

“Hanya karena itu! Aish, ganti wallpaper ponsel mu dengan foto ku.” Perintah Baek Hyun.

“Mwo? Kenapa aku harus menggantinya dengan fotomu?” Protes Hae Rin.

“Karena kau fans ku dan mengidolakan ku.”

“Aku bukan fans mu lagi. Kan waktu itu kau yang menyuruh ku untuk tidak mengidolakanmu lagi.”

“Kapan aku mengatakan itu? Aku tidak ingat.” Baek Hyun memasang wajah polos.

“Sudahlah oppa. Kembalikan ponsel ku.”

“Shireo!”

“Oppa, kenapa kau jadi aneh begini?” Tanya Hae Rin.

“Kau tidak mau nomor handphone ku?” Lagi-lagi Baek Hyun mengabaikan pertanyaan Hae Rin.

“Tidak mau! Nanti ponsel ku rusak menyimpan nomormu!” Ujar Hae Rin ketus.

“Kalau begitu aku minta nomor mu!” Ujar Baek Hyun seraya mengambil ponselnya. Sementara itu Hae Rin menatap Baek Hyun bingung. Ia tidak mengerti kenapa namja yang ada disampingnya ini tiba-tiba jadi gila(?).

“Sudah aku simpan.” Baek Hyun mengembalikan ponsel Hae Rin.

“Aku juga menyimpan nomor ku di ponselmu! Jangan dihapus! Lusa kami sudah debut. Pasti akan sulit untuk ku menemuimu. Mungkin aku hanya bisa menghubungi lewat telpon saja. Itu pun kalau aku tidak sibuk. Jadi, pastikan kau mengangkat telpon ku kalau aku menelpon mu. Arasseo?” Jelas Baek Hyun panjang-lebar(?).

“Kalau begitu aku pulang dulu. Ingat! Angkat telpon kalau aku menelponmu!” Ujar Baek Hyun lagi seraya beranjak dari tempat duduknya. Namja itu kemudian berjalan keluar café meniggalkan Hae Rin. Sementara Hae Rin hanya bisa menganga kan mulutnya. Ia tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Ia benar-benar bingung dengan Baek Hyun.

“Oppa, kau aneh. Tapi aku menyukaimu.” Ujar Hae Rin pelan seraya mengamati ponsel yang ada di tangannya. Dengan sigap, jari-jari lentiknya mengganti wallpaper di ponsel itu dengan foto Baek Hyun.

 

***

 

Suho’s POV

Sehun menarik ku, dengan sedikit berlari aku dan Sehun mengikuti Kai. Ku lihat Kai menarik tangan Ji Eun.

“Waow.” Komentar Sehun.

Aku pun mengalihkan pandangan ke arahnya.

“Sehun-ah, kita melihat dari sini saja.” Sehun pun mengikuti kata ku. Kami berdua bersembunyi dan mengintip di balik mobil orang yang sedang di parkir. Dari sini, kami bisa mendengar dengan jelas percakapan Kai dan Ji Eun.

“Oppa, aku mau pulang.” Ji Eun melepaskan tangan Kai yang memegang tangannya.

“Kenapa kau jadi dingin seperti ini?” Tanya Kai.

Ji Eun menatap Kai sebentar, lalu melangkah pergi meninggalkan Kai.

“Ji Eun-ah, Bukannya kau menyukai ku? Kenapa kau jadi seperti ini? Dimana semburat merah pipimu yang selalu kau perlihatkan setiap berbicara dengan ku?” Kai berkata lirih. Si magnae yang ada di dekat ku, menggenggam erat bahu ku mendengar ucapan Kai itu.

“Hyung, sepertinya Kai menyukai Ji Eun.” ujar Sehun.

“Ne, kau benar. Lihat saja! Sebentar lagi ia pasti akan menyatakan perasaannya. Omo, Kai sekarang sudah dewasa.”

“Ji Eun-ah.” Kai memanggil Ji Eun lagi, tapi yeoja itu tidak menghiraukannya.

“Oppa, berhenti mengejar ku. Aku sedang tidak ingin melihat wajahmu.” Ji Eun membalikkan badannya.

“Wae? Kau tidak mengidolakan ku lagi? Kau membenci ku?”

“Aku sudah tidak mengidolakan mu lagi.” ujar Ji Eun dingin.

“Andwae! Aku mau kau tetap jadi fans ku.”

“Mwo? Kai benar-benar aneh.” Komentar Sehun, sementara aku hanya diam dan tetap fokus melihat Kai dan Ji Eun.

“Kau tidak punya hak untuk memaksa ku tetap jadi fans mu, oppa.” ujar Ji Eun seraya pergi meninggalkan Kai. Ji Eun sudah melangkah semakin jauh, sementara Kai hanya diam saja melihat punggung yeoja itu.

“Aish benar-benar adegan menyedihkan yang tidak pantas dilihat. Untung jalanan ini sepi.” Komentar Sehun lagi.

“Ya! Diamlah, kau benar-benar cerewet!” Aku mendorong pelipis Sehun. Ia pun memanyunkan mulutnya menatap ku kesal.

” Tian tang xiang sui shi he sui di
[Everywhere is heaven]“

Aku dan Sehun mengalihkan pandangan ke Kai. Mwo? Apa yang ia lakukan? Ia bernyanyi? Aigoo~ dongsaeng ku itu sudah seperti orang gila saja.

“Menyanyi lagu Into Your World versi China di tengah jalan seperti ini. Hyung, Kai benar-benar seperti orang gila. Aku malu mengakuinya hyung ku.” Ujar Sehun seraya mengoyang-goyangkan bahuku. Tapi, aku hanya diam dan tidak meladeninya.

 

“Dui wo lai shuo ni bi tian shi hai can lan yao yan
[To me, you're more dazzling than an angel]

Ru guo you shei dui ni bu yi Wo yi ding bu yun xu
[I would never allow anyone to hurt you]

Fang fu di yi ci jin ru yi dian yuan de tan te bu an
[As if it's the first time I enter Eden]

Er wo mei tian zhi shi wang zhe ni Xin li yi zhi xiang zhe ni
[I just want to look at you, think about you everyday]

Suo sui de chen ai he sha li Wo bu hui rang na xie shang hai kao jin ni
[Prevent even one grain of dust and sand to approach you, to harm you]

Yong yuan shou hu ni
[Guarding you forever]

I’m totally in love

Wei ni dang xia kuang feng Shen wei ni de shou hu zhe
[I'll block you from strong winds as your protector]

Yong yuan you wo Jiu suan shi jie dou leng mo
[I will always be there even when the world is apathetic]

Mei ci ni tong ku wei qu Wei ni hui ba lei ca qu
[Everytime you feel depressed and upset, I will wipe off your tear]

Ru guo shi ni he wo Bu guan zai na li Tian tang xiang sui shi he sui di
[It doesn't matter where I am, as long as I am with you, everywhere is heaven]

Ai shang ni de wo Zai ye mei you di fang ke hui tou Chibang yijing bu zai you Yong wo de shengming bei tan zou.. Ohh no~
[Loving you, I have no where else to go with no wings, the everlasting life is deprived.
Ohh no~
]” Kai selesai bernyanyi. Tiba-tiba Ji Eun lalu berbalik dan berjalan mendekati Kai.

 

“Babo..”

Kai hanya diam.

“Babo..” ujar Ji Eun lagi seraya menangis.

“Omo, hyung kenapa Ji Eun menangis? Ternyata selain Baek Hyun hyung dan Hae Rin, Kai dan Ji Eun juga aneh, bahkan lebih parah.” Lagi-lagi Sehun berkomentar dan merusak suasana.

“Kau sudah bosan hidup?” Aku menatap Sehun tajam.

“Aa.. Aku masih mau hidup hyung.” Jawab Sehun gagap.

“Kalau begitu diam.”

 

“Babo! Aku benci kau oppa! Aku sudah susah payah berusaha membencimu. Kau malah menyanyikan lagu itu dan membuat ku menyukaimu lagi.”

“Mianhe.” Kai melangkah mendekati Ji Eun, tangannya memegang pipi Ji Eun. Dengan perlahan ia mengusap air mata yeoja itu.

“Aku sangat suka lagu itu, oppa.” Ujar Ji Eun.

“Aku tau, makanya aku menyanyikannya untukmu.” Jelas Kai.

“Gomawoyo oppa.” Ji Eun sudah berhenti menangis, ia tersenyum ke arah Kai.

“Kau sudah tidak marah lagi?”

Ji Eun menggelengkan kepalanya.

“Berarti kau akan tetap jadi fans ku kan?” Tanya Kai.

“Tentu oppa. Aku akan tetap jadi fans mu seeelaamanyaaa.”

Kai tersenyum mendengar perkataan Ji Eun. Perlahan Kai mendekati wajah Ji Eun. Lalu mencium kening yeoja itu dengan lembut.

“Mwo? Apa-apaan itu? Apa itu artinya mereka pacaran hyung?” Untuk kesekian kalinya Sehun berkomentar lagi. Padahal aku sedang terharu melihat Kai dan Ji Eun. Tapi, si magnae babo ini benar-benar sudah merusak suasana hati ku.

“Aish, kau ini cerewet sekali.”

“Aku kan hanya bertanya hyung?”

“Sudahlah, kajja kita pulang.” Aku menarik Sehun.

“Andwae. Aku masih ingin melihat mereka berciuman.”

“Ya! Siapa yang mengajarimu jadi yadong seperti ini?”

“Kau hyung.” Sehun menjawab dengan wajah tanpa dosa.

“Tidak sopan! Beraninya kau mengatakan itu. Kau mau mati?” Aku menatap Sehun garang.

“Ne.” Sahut  Sehun seraya berlari meninggalkan ku.

“Ya! Jangan lari! Kembali kau Sehun!” Aku mengejar Sehun. Sambil berlari, aku tersenyum geli mengingat Ji Eun dan Hae Rin. Sepertinya setelah kami debut nanti, Baek Hyun dan Kai harus mengeluarkan tenaga ekstra melindungi yeoja mereka itu. Kkekekeh~ Ini pasti akan jadi lebih menarik.

 

 

-THE END-

 

 

Akhirnya selesai juga. Ada yang mau protes sama endingnya yang aneh dan ga jelas ini. Stop! Simpan dulu kalimat-kalimat kalian yang ingin mencaci author karena buat ending gantung & hancuur kaya gini. =.=“

Karena author punya argumen, alasan, sebab & akibat(?).

Kenapa aku bikin endingnya gantung kaya gini??

Karena aku mau kalian para reader bisa khayalin sendiri gimana hubungan Ji Eun, Kai, Baek Hyun & Hae Rin nantinya. Jadi, kalau ada yang mau menghayal mereka pacaran dan hidup bahagia selamanya, silahkan.  Atau mungkin ada yang menghayal, setelah EXO debut mereka ga ketemu lagi selama-lamanya, silahkan juga. Aku ga ngelarang.

Ada yang ngerti dengan maksud ku?

Ga ada?

Oh, ya udahlah. Ga apa-apa. Anggap aja itu corat-coret yang ga sengaja ketulis di FF ini. #plaak -__-“

Terakhir, makasih yoo udah mau baca FF ini. ^^

About these ads

19 comments on “[Fanfic] Ssstt.. It’s (still) Our Scandal (OneShot)

  1. Haha. Aigoo, so sweet sekale endingnya kkk~ omoo, sbnrnya ak ngga tau baek hyun itu yang mana. HAHA.. Overall, ffnya daebak ^^ and jeongmal gomawo haerin~a udah buatkn ff buat ji eun. Oke,, sekian comment dr saya. Annyeong~^^

  2. Masalahnya thor, selain kai & baekhyun aku gak ada yg kenal sama mereka, jadi gak bisa ngayal #jujur =_=

    Gita: :p #bleeeek gak kenal baek hyun? Aku kenal meeh (padahal baru tau tadi, grgr salah org -__-”)

  3. Wkt Baekhyun blg “Lihatlah belakang kepala ku.”
    Kirain kplanya brdarah dipkul Haerin..
    “Karena kau tidak mau melihat wajahku, jadi lihat saja.”
    Begitu bca yg itu,, trnyata eh trnyata~ Ya alloh si Bacon resek bgt!! -__-

    Aku ska wkt bgian Kai nyanyi lgu into ur world buat Jieun,, aku mlah ngayal, andaikn itu aku~ oh so sweeettt…..

    Ditunggu yaa thor ff yg lain, klu bs castnya Exo!! :D

  4. lucu,seru,endingnya romantis,mskipun ada sdikit gangguan dari Suho&Sehun (ngerusuhin aja nih mreka b’dua).tapi tetep love it.
    good job,thor.keep writing!!!^^

  5. Waaa! Entahlah, tp sepertinya aku telat baca nih epep.. Tp gpp ya, yg penting ttp kasih komen.. :D

    Ohiya, ini kan uda end. Ayo dong author buat epep baru lagi dgn cerita yg lbh fresh lagi. Tentunya abang2 EXO yg jd main cast nya.. Kalo boleh request, aku req yg genrenya ROMANCE thor~ yg bisa bikin mewek gitu jg gpp lah~ Keep your hands writing!! #dor ^^

    • iyaa aku mmg lagi buat FF romance yg rada mewek gitu. cuma yaa blm selesai, aku lg bingung buat endingnya. hhee pantengin aja blog ini, mungkin aku post minggu dpn..

      gomawo chingu atas sarannya~ :D

  6. Keren thor, tapi nasibnya si sehun sama suho gmn? akankah mereka pacaran juga? Entahlahh
    #bayangin
    Bikin FF kaya gini lagi dong thor bangusss bangettt…daebakkk =D

  7. waahhh thor gak tau knp,,aku ketawa ngakak baca ff ini
    apa lagi pas ngebaca baekhyun oppa sama hae rin berantem,,,,lucu bgt
    aku suka bgt thor ff nya,,,daebak thor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s