[Fanfic] Crazy Girl Soo In (Part 8)

Author :  Rinrin ^^

Judul : Crazy Girl Soo In

Main Cast : Park Soo In (OC), Oh Sehun, Kim Jong In / Kai, Xi Luhan, Byun Baek Hyun

Support Cast : Do Kyung Soo / D.O, Ahn Sohee (Wonder Girls), Xiu Min as Ahn Xiu Min, Minzy (2ne1), Jiyeon (T-Ara), Kim Namjoo (A-Pink), Tao, Suho

Length : Chapter

Rating : PG-15

Genre : Romance, Gender Bender, Supranatural, Friendship, School Life

Disclaimer : Member EXO, Sohee, Minzy, Jiyeon dan Namjoo itu milik tuhan dan agensinya. Saya hanya pemilik cast OC dan ide cerita-nya saja

 

FF ini terinspirasi dari vampire knight dan ini cuma khayalan aku, jadi maaf kalau ada bias kalian yang aku buat jadi menyebalkan dan aneh. Terus, berhubung akhir-akhir ini banyak penjahat(?) copas(?). Aku mau ngingatin. Ini hasil jerih payah author! Jadi mohon jangan ada yang copas. Hargailah hasil karya author. Okee?? ^^

 

Happy Reading!

 

Prolog | Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6 | Part 7

 

Author’s POV

Namjoo melangkah gontai masuk ke dalam rumah kediaman keluarga Kim dengan air mata penuh membasahi pipinya. Ia benar-benar terlihat frustasi. Adegan yang baru saja dilihat oleh Namjoo beberapa jam yang lalu sungguh membuatnya hampir gila. Bagi Namjoo, Luhan adalah hidupnya. Sejak kecil ia sudah terobsesi dengan laki-laki itu.

Namjoo dan Luhan memang sudah berteman lama. Namjoo bertemu Luhan ketika Luhan baru saja menjadi vampire. Luhan kecil yang saat itu tidak mengerti apa-apa. Tentu saja panik karena dirinya yang manusia dihisap darah oleh Tuan Oh dan dirubah menjadi vampire bersama dengan ibunya yang menikah dengan Tuan Oh. Saat-saat itu sungguh sulit bagi Luhan. Karena ia harus menyesuaikan diri berteman dengan anak-anak vampire.

Luhan kecil sungguh malang, ia sama sekali tidak punya teman. Sampai kemudian Namjoo hadir dalam kehidupan Luhan. Namjoo yang memang menyukai Luhan, selalu berusaha dekat dengan Luhan. Dan saat mereka mulai berusia sebelas tahun. Keduanya sepakat untuk menjadi sepasang kekasih saling melindungi dan hidup bersama. Namun ketika mereka sudah mulai menginjak SMA. Luhan mulai merasa jengah dengan sikap Namjoo dan memutuskan mengakhiri hubungan mereka. Tentu saja Namjoo tidak mau, ia benar-benar tidak bisa menerima kenyataan bahwa Luhan bukanlah miliknya lagi.

Gadis itu sungguh akan jadi sangat gila jika menyangkut tentang Luhan. Bahkan ia tidak segan-segan menghancurkan gadis lain yang berani mendekati Luhan.

“Namjoo-shi, kau tidak apa-apa?” Kepala pelayan yang ada di rumah keluarga Kim heran melihat tingkah aneh Namjoo.

Namjoo tidak berkata apapun. Ia terus melanjutkan langkah menuju kamarnya. Gadis itu membanting pintu kamar dengan sangat keras. Namjoo sedang emosi sekarang.

 

“Apa yang terjadi?” Tanya Kai yang baru saja datang.

“Aku tidak tahu Kai-shi. Mungkin dongsaeng mu sedang ada masalah sekarang. Sebaiknya kau menemuinya. Aku yakin dia akan lebih tenang jika bersamamu.” Jawab si kepala pelayan.

Kai menghela nafas dalam. Ia yakin Namjoo pasti pergi ke acara perjodohan Luhan tadi. Makanya sekarang ia terlihat begitu marah dan frustasi.

Kai melangkahkan kakinya mendekati kamar Namjoo. Ia pun membuka perlahan pintu kamar Namjoo yang kebetulan tidak terkunci.

Namjoo yang sedang terisak menangis di kamarnya nampak terkejut melihat Kai yang membuka pintu kamar seraya bersandar di sana.

“Oppa..” Suara Namjoo bergetar. Ia semakin kuat menangis.

Kai menatap datar Namjoo. “Sampai kapan kau akan terus seperti ini? Aku sudah mengingatkan mu. Jangan berharap lebih dengan Luhan.”

“Kau tidak akan mengerti. Aku sangat mencintainya. Luhan adalah hidup ku.” ujar Namjoo seraya menundukkan wajahnya.

“Kau mencintainya tapi ia tidak mencintaimu. Terimalah itu Namjoo-ya. Aku tidak ingin melihat kau terus menderita seperti ini karena Luhan.” Kai mendekati Namjoo dan mengelus pelan kepala adiknya itu.

“Aku sudah berkorban banyak untuk Luhan. Tidak seharusnya ia mengkhianati aku seperti ini.” Suara Namjoo mulai melemah.

“Lihatlah. Ia bahkan terlihat sangat akrab dengan yeoja lain.” Namjoo mengambil kamera yang ada di dalam tas nya. Ia menyerahkan kamera itu pada Kai.

Kai mengambil kamera tersebut. Di dalam sana penuh dengan gambar yang diambil oleh Namjoo ketika Luhan sedang makan malam dengan Soo In.

Kai melihat dengan seksama gambar-gambar yang tertangkap kamera tersebut. Raut wajah Kai tiba-tiba berubah. Ia nampak terkejut melihat Soo In yang sedang bersama dengan Luhan.

“Oppa, apa yang harus aku lakukan? Aku tidak akan bisa hidup tanpa Luhan di sisiku.” Namjoo menangis semakin kuat.

Kai lalu memeluk Namjoo. “Kau tidak akan mungkin bisa menolak perjodohan yang dibuat oleh keluarga Oh itu. Kita hanya vampire bangsawan bukan vampire darah murni seperti mereka. Jalan terbaik kau harus melupakan Luhan. Aku yakin kau bisa hidup tanpanya. Aku akan meminta eomma memindahkan mu sekolah keluar negeri. Jalani hidup baru di sana. Kau pasti akan terbiasa tanpa namja itu.”

Namjoo melepas pelukan Kai. Ia menatap sendu kakaknya itu. “Gomawo, oppa. Kau selalu bisa menenangkan ku. Kau benar, aku memang harus melupakannya. Kali ini aku tidak bisa bertindak lebih jauh. Yeoja itu adalah pilihan keluarga Oh. Aku tidak akan mungkin bisa melawan keputusan mereka.” Namjoo menghapus air mata yang membasahi pipinya.

Kai tersenyum kecil ke arah Namjoo. “Aku lega mendengarnya. Sekarang cucilah mukamu lalu tidur. Arasseo?”

“Ne. Arasseo.” Namjoo mengangguk seraya tersenyum tipis. Gadis itu kemudian lalu berlalu masuk ke kamar mandi yang ada di kamarnya.

Sementara Kai yang masih ada di kamar Namjoo menatap datar ke kamera yang diserahkan Namjoo tadi.

“Kau benar-benar menarik, Park Soo In.” ujar Kai dengan seringaian di wajahnya.

 

***

 

Seperti biasa ketika istirahat tiba, Sehun dan Soo In akan menghabiskan waktu bersama di atap sekolah. Keduanya duduk berdampingan bersandar di dinding gudang seraya menatap langit.

“Kau tidak apa-apa? Kau terlihat begitu tidak bersemangat.”

“Kau mengatakan aku terlihat tidak bersemangat, sementara mata mu melihat langit. Benar-benar aneh.” Sahut Soo In seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Aku tidak perlu melihat mu. Dengan menggenggam tangan mu saja, aku sudah tau bagaimana perasaanmu.”

“Jinjja? Kalau begitu kekuatan mu benar-benar hebat. Aku kagum pada mu Oh Sehun.” Ujar Soo In dengan nada mengejek.

“Kau tidak percaya?” Sehun menoleh menatap Soo In.

“Tentu saja tidak. Kau kira aku ini anak kecil? Omong kosong seperti itu sebaiknya jangan kau bicarakan. Aku tidak akan percaya.” Ujar Soo In seraya memanyunkan mulutnya.

“Kau benar-benar lucu.” Sehun tertawa kecil.

Soo In hanya terdiam dan menatap kagum ke arah Sehun. Entah kenapa ia merasa sangat terkesima melihat tawa Sehun itu.

“Sulit dipercaya takdir benar-benar mempermainkan kita.” Ujar Sehun dengan raut wajah yang tiba-tiba berubah serius.

“Ne?” Soo In menatap heran Sehun.

Sehun mengabaikan tatapan Soo In. Laki-laki itu lebih memilih menatap langit seraya melanjutkan ucapannya. “Saat pertama kali aku menghisap darah mu. Aku merasa pernah mengenalmu. Jadi pada saat kita bertemu lagi dan aku meminta kau menjadi pacarku. Aku menghisap darahmu lagi untuk meyakinkan.”

Soo In tidak mengerti kemana arah pembicaraan Sehun. Jadi ia memutuskan untuk diam dan menyimak saja.

“Saat menghisap darahmu untuk kedua kalinya. Aku sangat yakin bahwa itu kau. Gadis kecil yang pernah aku tolong sepuluh tahun yang lalu.”

“Eh?” Soo In nampak terkejut.

“Saat itu kau benar-benar ketakutan. Kau tidak sadar tangan mu terluka. Kau bahkan menutup mata mu pasrah dan tidak sadar aku memegang tangan mu. Kau tau? Darah yang keluar dari luka di tangan mu ternyata mengenai tangan ku juga. Jadi ketika pulang aku menghisap darah itu agar tangan ku bersih. Sepuluh tahun yang lalu aku sudah pernah merasakan darah mu. Dan saat aku menghisap darah mu waktu itu. Aku ingat, ternyata kau gadis kecil itu.” Jelas Sehun yang masih terus saja menatap ke arah langit.

Soo In menatap lekat wajah Sehun. Tiba-tiba setitik air kecil mengalir dari sudut mata gadis itu. Sehun yang ada di samping Soo In tentu saja menoleh mendengar isakan Soo In.

“YA! Babo! Kau kenapa menangis?” Tanya Sehun seraya menatap datar Soo In. Laki-laki itu sama sekali tidak mencoba menenangkan Soo In yang menangis.

“Aku menangis karena bahagia. Ternyata kau adalah vampire yang pernah menolongku sepuluh tahun yang lalu. Sehun-ah, kau tau? Karena vampire baik sepertimulah aku menjadi tidak terlalu membenci vampire.” Ujar Soo In seraya menyapu air matanya. Gadis itu sekarang sudah tidak menangis lagi.

Sehun yang dari tadi menyimak ucapan Soo In tiba-tiba menatap dingin Soo In.

“Kau membenci vampire?”

“Ne.” Soo In mengangguk yakin.

“Aku sangat membenci vampire. Tapi kau tenang saja, aku tidak membencimu. Karena kau vampire baik.” Ujar Soo In seraya tersenyum lebar.

Sehun hanya menghela nafas panjang. Laki-laki itu lalu beranjak dari duduknya. Ia sama sekali tidak membalas senyuman Soo In yang ditujukan padanya. Sehun malah melangkah pergi menuju pintu atap meninggalkan Soo In.

Soo In menatap heran Sehun yang sikapnya tiba-tiba berubah.

“Sehun-ah.” Soo In memanggil Sehun.

Sehun menghentikan langkahnya seraya menoleh singkat ke arah Soo In. “Sebaiknya kau jangan membenci vampire. Kau akan menyesal jika tau yang sebenarnya.” Sehun lalu kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan tempat itu.

Soo In hanya terdiam. Ia tidak tau harus berkata apa. Gadis itu benar-benar tidak mengerti dengan maksud perkataan Sehun.

 

“Sepertinya sepasang kekasih sedang ada perdebatan kecil.”

 

Soo In tersentak kaget. Ia mencari dari mana asal suara itu.

“Kai?” pekik Soo In ketika melihat ada Kai di sampingnya.

“Annyeong.” Kai tersenyum ke arah Soo In.

“Aish. Kalian para vampire memang mengerikan. Aku bahkan tidak bisa mendengar derap langkahmu yang mendekati ku.” Soo In menatap kesal Kai.

“Sikap macam apa itu! Seharusnya kau bersikap sopan dengan orang yang memegang ‘nyawa’mu.”

Soo In menatap malas Kai. “Aku sedang tidak ingin berdebat dengan mu.”

“Wae?”

“Aku sedang sibuk.” Sahut Soo In.

“Sibuk berkencan dengan Sehun sunbae?” Sindir Kai.

“Ne.” Soo In menatap datar Kai. “Sudahlah! Jangan bahas itu.” Ujar Soo In lagi.

“Arasseo.” Lagi-lagi Kai tersenyum ke arah Soo In.

“Oh ya, apa kau melihat Baek Hyun?” Tanya Soo In mengalihkan pembicaraan.

“Bukannya Baek Hyun itu tinggal dengan mu? Bahkan kalian juga satu kelas. Kenapa kau malah bertanya pada ku?” Kai tidak menjawab pertanyaan Soo In dan malah balik bertanya.

“Tapi kami bertengkar semalam. Aku menunggunya di rumah. Ia juga tidak pulang. Ku pikir ia menginap di rumah mu dan akan datang ke sekolah.” Jelas Soo In.

“Ia tidak ke rumah ku semalam. Mungkin ia pergi ke rumah Suho atau D.O. Kau pergi saja menemui mereka. Ku rasa Baek Hyun pergi bolos dengan kedua anak itu. Makanya ia tidak masuk sekolah.”

“Bertemu Suho dan D.O? Andwae! D.O itu masih punya dendam tak tersalurkan pada ku.”

“Ya sudah, kalau begitu kau tunggu kelas malam saja. Mungkin Baek Hyun akan datang.” Saran Kai.

Soo In berpikir sejenak. Sejurus kemudian ia pun tersenyum senang.

“ Arasseo. Sepertinya kau benar. Lebih baik aku menemuinya di kelas malam saja. Kalau begitu aku pergi dulu, annyeong.” Ujar Soo In seraya melangkah pergi meninggalkan Kai.

“Chamkaman.” Kai tiba-tiba memegang kuat pergelangan tangan Soo In. Ia menahan gadis itu agar tidak pergi.

Soo In menoleh menatap malas Kai. “Wae?”

“Jangan pergi dulu. Aku punya permainan menarik untuk mu.” Kai melepas tangannya yang mengenggam pergelangan Soo In.

“Ne?” Soo In menatap heran Kai.

“Kau ingat ini?” Kai mengeluarkan ponselnya yang menampakkan foto Soo In yang sedang memakai dress.

“Menurutmu bagaimana reaksi Sehun sunbae ketika melihat ini? Ia pasti akan sangat kecewa melihat namjanya berubah menjadi yeoja.” Ujar Kai lagi dengan santai.

“BUAHAAHAHA. Kau ingin mengancam ku dengan foto itu?” Soo In sama sekali tidak takut dan malah tertawa lebar.

Kai menatap heran Soo In.

“Sehun sudah tau bahwa aku ini yeoja. Jadi percuma saja kau menyerahkan foto itu pada Sehun.” Ujar Soo In dengan senyum penuh kemenangan.

“Jinja?” Kai menampakkan ekspresi terkejut. Tapi sejurus kemudian ia malah menyeringai. Dengan gesit tangan Kai memainkan ponselnya.

“Lalu bagaimana dengan ini?” ujar Kai lagi seraya menampakkan foto Soo In yang sedang bersama Luhan.

“MWO?? KAU!” Soo In membelalakkan matanya kaget.

“Kau benar-benar yeoja hebat. Akan bertunangan dengan Luhan tapi berkencan dengan Sehun sunbae. Daebak! Kau berhasil menggoda kakak dan adik.” Sindir Kai.

“YA! Kau ini sebenarnya ingin apa? Hapus foto itu sekarang!” Soo In berteriak kesal.

“Bukankah aku sudah mengatakannya tadi. Aku sedang ingin bermain.” Ujar Kai dengan wajah tanpa dosa.

“Tapi aku tidak ingin bermain dengan mu!” Sahut Soo In ketus.

“Kalau begitu akan ku kirim foto ini pada Sehun sunbae.” Ujar Kai seraya memainkan ponselnya.

“Kau benar-benar menyebalkan. Ne, aku akan ikut permainan mu.”

“Aku ingin meminta permintaan pada mu.”

“Baiklah, akan ku kabulkan satu permintaan dan kau harus menghapus foto itu.”

“Satu permintaan? Arasseo. Tapi dikali tiga. Jadi aku berhak meminta tiga permintaan.” Ujar Kai dengan senyum jahilnya.

“Ya! Memang sejak kapan permintaan bisa dikali seperti itu.” Geram Soo In.

“Kau mengatakan akan mengabulkan ku satu permintaan. Dan permintaan ku itu meminta mu mengabulkan ku tiga permintaan lagi. Bukankah itu sama saja dikali tiga.” Jelas Kai dengan wajah polos. Dan Itu sungguh membuat Soo In semakin kesal.

“Kau memang sangat handal beradu argumen.” Soo In menghela nafas panjang. “Ne. Akan ku kabulkan tiga permintaan. Kau ingin meminta apa?” Tanya Soo In  malas.

“Batalkan perjodohanmu dengan Luhan, akhiri hubungan dengan Sehun sunbae dan jadilah yeojachingu ku.” Kai tersenyum lebar ke arah Soo In.

“MWOO?? APA KAU GILA??” Teriak Soo In kuat.

“Reaksi mu benar-benar berlebihan.” Kai menatap datar Soo In seraya menutup kedua telingannya.

“Aku tidak mau mengabulkan itu. Kau pasti sedang bercanda kan?”

“Ne. Aku memang bercanda.” Kai tersenyum dengan wajah tanpa dosa.

“Bercanda mu sama sekali tidak lucu, babo!” Geram Soo In.

“Itu juga termasuk permainan menarik ku. Aku ingin melihat reaksi mu.”

“Kau namja gila.” Ujar Soo In ketus. Sementara Kai hanya tertawa.

“Aku tidak punya banyak waktu. Katakan kau ingin meminta apa?”

“Aku ingin kau menjawab pertanyaan yang akan aku berikan pada mu.”

“Ne?” Soo In menatap tidak mengerti ke arah Kai.

“Apa kau mencintai Luhan?” Kai menatap serius Soo In.

“Tidak.” Jawab Soo In singkat.

“Mwo?? Tidak bisakah kau menjawab lebih panjang daripada itu. Setidaknya utarakan alasan kenapa kau tidak mencintainya.” Ujar Kai.

“Kau hanya menanyakan apa aku mencintai Luhan. Kau sama sekali tidak meminta ku untuk menjelaskan alasannya. Jadi aku hanya menjawab ya atau tidak.” Jelas Soo In santai.

Kai menatap kesal Soo In. Kali ini ia memang kalah telak.

“Baiklah, permintaan ku yang kedua. Jelaskan kenapa kau tidak mencintai Luhan tapi mengikuti perjodohan kalian itu?”

“Aku tidak mencintai Luhan, karena di hati ku hanya ada Sehun. Dan untuk yang perjodohan, aku mengikutinya dengan terpaksa. Malahan aku berusaha keras mencari cari agar perjodohan kami batal. Itulah jawaban ku. Kau puas sekarang?” Soo In menatap datar Kai.

Kai tersenyum mendengar jawaban Soo In. “Pilihan yang tepat. Kau memang seharusnya tidak mencintai Luhan. Itu akan membuat Sehun dan Namjoo tersakiti.”

“Ne?” Soo In menatap bingung Kai. Ia tidak begitu mengerti maksud ucapan Kai barusan.

“Baiklah, permainannya sudah selesai. Kalau begitu aku pergi. Annyeong.” Kai tersenyum ke arah Soo In. Ia pun berjalan pergi meninggalkan tempat itu. Sementara Soo In yang masih ada di sana, hanya bisa melongo menatap punggung Kai yang menghilang dibalik pintu atap.

“Babo! Kau belum meminta permintaan yang ketiga.” Ujar Soo In pelan seraya tersenyum tipis.

 

***

 

Matahari sudah kembali keperaduan, saat ini bulanlah yang tergantung indah di langit menandakan bahwa hari sudah malam. Kelas malam di Howon Academy sebentar lagi akan dimulai. Soo In berjalan berdampingan bersama Sehun. Gadis itu memang sengaja ingin pergi ke kelas malam Sehun. Ia ingin mencari Baek Hyun. Karena bagaimana pun Soo In sadar bahwa semalam ia yang salah. Jadi ia ingin meminta maaf pada Baek Hyun.

“Kita sudah sampai.” Suara Sehun menyadarkan Soo In.

“Ne.” Soo In mengangguk lalu mengedarkan pandangannya ke sekeliling kelas.

“Baek Hyun tidak ada di sini. Kalau kau memang ingin mencarinya. Tanyakan saja pada mereka.” Ujar Sehun seraya menunjuk ke arah Kai, D.O dan Suho yang sedang berkumpul bersama.

“Tapi aku…”

“Jangan takut. Mereka tidak akan melukaimu. Ada aku di sini.” Sehun tersenyum ke arah Soo In.

Soo In menghela nafas lega. Mereka berdua kemudian masuk ke kelas berjalan mendekati Kai.

Siswa-siswa di kelas tersebut menunduk singkat memberi hormat pada Sehun ketika melihat laki-laki itu melangkah masuk ke kelas.

“Apa kalian melihat Baek Hyun?” Tanya Soo In.

“Tidak.” Sahut D.O ketus seraya membuang muka.

Sehun menatap tajam ke arah D.O. Suho yang sadar akan tatapan Sehun lalu menyikut lengan D.O. D.O terlihat kesal dengan Suho, tapi kemudian bergidik ngeri ketika melihat tatapan Sehun yang berdiri di belakang Soo In.

“Ee—maksudku, sejak kemarin kami tidak pernah bertemu dengannya. Jadi kami tidak tau.” Ujar D.O dengan senyum terpaksa.

“Arsseo.” Soo In menunduk lemah.

 

“YA! Kalian menciumnya?” Xiu Min yang dari tadi membaringkan kepala di atas meja tiba-tiba beranjak berdiri.

“Bau darah!” Sambung Tao.

“Darah ini kan…” Sohee menutup mulutnya shock. Sementara Sehun, Kai dan yang lain nampak terkejut. Mereka sangat mengenal milik siapa bau darah itu.

“Apa yang terjadi?” Soo In menatap bingung Sehun. Sedangkan Sehun hanya terdiam dan tidak menjawab pertanyaan Soo In.

“Bau darah siapa yang kalian bicarakan? Jawab aku!” Teriak Soo In panik. Entah kenapa ia merasakan firasat buruk.

“Baek Hyun! Ini bau darah Baek Hyun! Darahnya tercium pekat dari arah belakang sekolah.” Sahut D.O panik.

Soo In membelalakkan matanya kaget. Dengan cepat gadis itu berlari keluar dari kelas meninggalkan Sehun dan yang lain. Soo In benar-benar terlihat ketakutan dan panik. Ia terus saja berlari menuju belakang sekolah untuk mencari Baek Hyun.

Soo In akhirnya sampai di bagian belakang Howon Academy. Ia berkeliling mengedarkan pandangan mencari sosok Baek Hyun, tapi ia belum juga bisa menemukan laki-laki itu. Soo In mulai putus asa. Perlahan air mata mengalir membasahi pipinya. Ia menangis.

 

“So..  Soo In..” Tiba-tiba terdengar suara yang memanggil nama Soo In.

 

Soo In tersentak kaget, ia sangat mengenal suara itu. Itu suara Baek Hyun. Soo In berlari ke asal suara. Gadis itu nampak terkejut melihat pemandangan yang ada dihadapannya. Baek Hyun melangkah pelan mendekatinya dengan tubuh bersimbah darah. Soo In menangis semakin kuat.

Ia berlari ke arah Baek Hyun dan memeluk laki-laki itu.

“Aku lega kau baik-baik saja.” Ujar Baek Hyun pelan seraya ambruk di badan Soo In.

Soo In yang tidak kuat menahan badan Baek Hyun malah membuat mereka berdua terjatuh di tanah.

“Ada yang ingin membunuhmu, hyung.” Ujar Baek Hyun pelan. Sementara Soo In terus saja menangis dan memeluk erat kepala Baek Hyun di dadanya.

“Babo, untuk apa kau bertindak sejauh ini. Jangan membuat ku merasa bersalah.” Suara Soo In bergetar.

“Aku melakukan ini karena aku menyayangimu. Bukan sebagai saudara tapi sebagai yeoja. Seharusnya kau sadar, dari dulu aku selalu mengalah denganmu. Aku berusaha melindungimu yang selalu membuat masalah. Aku bahkan rela kau bersama Sehun sunbae. Karena aku ingin kau hidup bahagia. Mianhe, aku mengatakan kalau kau merepotkanku. Padahal akulah yang sengaja merepotkan diriku ikut campur masalahmu.”  Ujar Baek Hyun tersenyum tipis.

“Jangan berkata seperti itu. Kau tidak usah banyak bicara, kau sedang terluka parah. Kau kehilangan banyak darah. Baek Hyun, hisaplah darah ku sekarang. Ini akan menghilangkan rasa perih luka yang ada di badan mu.” Ujar Soo In yang masih tetap saja menangis.

“Andwae. Aku tidak akan pernah mau menghisap darah mu. Kau sangat membenci vampire. Jika aku melakukannya, kau akan berubah menjadi vampire.” Baek Hyun menatap Soo In seraya memegang pipi gadis itu dengan tangannya yang dipenuhi darah.

“Aku memang membenci vampire. Tapi jika aku membiarkan mu mati dihadapan ku seperti ini. Aku pasti akan lebih membenci diri ku sendiri dari pada vampire. Kau tidak perlu khawatir. Hisaplah darah ku.” Soo In menarik paksa kerah seragamnya agar lehernya bisa terjangkau oleh Baek Hyun.

 

“YA! Apa yang kau lakukan?” Sehun yang baru saja datang tiba-tiba menarik Soo In berdiri. Badan lemah Baek Hyun yang ada dipelukan Soo In ambruk jatuh tak berdaya di tanah.

Soo In meronta-ronta agar Sehun melepaskannya. “Jangan hentikan aku. Biarkan aku menyelamatkan Baek Hyun.”

“Jangan biarkan dia menghisap darah mu. Kau akan berubah jadi vampire. Ingatan masa lalu mu yang kelam akan kembali jika kau melakukan itu.” Sehun menatap tajam Soo In.

“Biarkan saja aku menjadi vampire. Aku tidak apa-apa. Lepaskan aku Sehun-ah.”

“Aku juga tidak apa-apa jika kau kembali menjadi vampire. Tapi yang ku takutkan kau akan sangat menderita jika kau mengingat ingatan masa lalu mu yang sudah dihapus dan diganti. Kau tidak akan bisa hidup seceria Soo In yang sekarang. Aku tidak akan membiarkanmu mengambil kebahagiaan mu, Soo In-ah.” Sehun menatap sendu Soo In.

Soo In tidak mengerti maksud perkataan Sehun. Namun gadis itu mulai melemah dan tidak berusaha untuk melepaskan diri.

“Tapi aku tidak ingin Baek Hyun pergi. Kau sungguh kejam. Kita masih bisa menolongnya, tapi kau melarang ku.” Soo In terisak dan menangis semakin kuat. Sedangkan Sehun memeluk  tubuh Soo In erat seraya menenangkan gadis itu.

 

“Baek Hyun!” Pekik D.O yang baru saja datang bersama Suho, Tao dan Jiyeon.

 

Ketiga orang itu nampak kaget melihat keadaan Baek Hyun. Jiyeon yang ada di samping Tao dengan cepat berlari mendekati tubuh Baek Hyun.

“Jiyeon, apa yang kau lakukan?” Tanya Tao heran. Begitu pula dengan Sehun, Soo In dan yang lain, mereka menatap heran Jiyeon.

Sementara Jiyeon sama sekali tidak peduli. Ia mengabaikan pertanyaan Tao. Gadis itu menggigit kuat tangannya sendiri. Darah segar mengalir keluar dari tangan Jiyeon. Dengan cepat ia membuka mulut Baek Hyun dan meneteskan darah-darah itu agar masuk ke dalam tubuh Baek Hyun.

‘Aku tau ini tidak akan banyak membantu. Tapi ini akan membuat mu selamat dari maut.’ Ujar Jiyeon pelan seraya menatap sendu tubuh Baek Hyun yang sudah tidak berdaya itu.

 

To Be Continued..

 

Eaaa aku ngepostnya cepat. Hohohoo #plaak ==” Part ini aku buat agak panjang. Moga aja kalian ga bosan ngebacanya. ^^ Oh ya, buat yang suka Baek Hyun, maaf Baek Hyun-nya aku buat menderita, udh cintanya ditolak Soo In, badannya luka-luka bersimbah darah, udh gitu ga ada yang cepat datang buat nolongin. Ckckck #auhtormemangkejam T__T  *author bungkuk.bungkuk* Maafin author ya~ :D

About these ads

30 comments on “[Fanfic] Crazy Girl Soo In (Part 8)

  1. Mkin sruu ajha nie crita.a,,
    trnyata baek hyun ska am Soo In,,,
    truz ap Jiyeon ska am baek hyun???
    N’ masa lalu ap yg d mksud Sehun??
    Aq jdi pnasaran,,,
    next part jngan lma” ia thor!!

  2. Hiks hiks hiksss .
    Kok author jahat bangett sihh -,-
    Kasian Suamiku udah ditolak kok malah hampir mati #Lirik baekki ..
    Thoorrr .. Tolong selamatkan Suamiku , Aku mohon thorrr , Jangan apa apakan dia , Lindungi dia , Jagalah dia . (?) He . Kya doa sama Allah ajahh ..
    Kkk ~
    Kai mau ngancem Soo in ternyata gagal , Wkwkkwkwk :D Padahal kan sehun uda tau kalau Soo in itu yeoja ,,
    Kkk ~ Baguslah , Soo in ga suka luhan jadi luhan tetep milikku dong #Abaikan ..
    WKwkkwkwk :D , Ternyata yang nolong soo in 10 tahun yang lalu itu abang sehun yahh ..

    Hhhmm .. O
    h ya thorr aku blm ngerti pas bagian Soo in mau nolong baekki trus sehun bilang ”
    “Aku juga tidak apa-apa jika kau kembali menjadi vampire. Tapi yang ku takutkan kau akan sangat menderita jika kau mengingat ingatan masa lalu mu yang sudah dihapus dan diganti. Kau tidak akan bisa hidup seceria Soo In yang sekarang. Aku tidak akan membiarkanmu mengambil kebahagiaan mu, Soo In-ah.”

    Nahh itu ngga ngerti aku thorr ,, Hehehhe ,, # Kta author .. derita lohhh !! #Nangis meluk Sehun ..
    Suka bangett thorrr , Ceritanya uda lumayan panjang ..
    WKWKKWKKW :D
    Semangat bwt ngepost cepet ya thorrr .. Wkwkkwkw :D
    NEXT CHAP NGEBUT YAHH ..
    KKk ~

    DAEBAK !!!!!!!!!!!!!!!!

    Mianhae Readers bawel ngomel lagii ^^

    • iyaa kmu tenang ya, nanti author suruh jiyeon(?) nyelamatin Baek Hyun. kkkh

      tunggu di part berikutnya atau mungkin dipart terakhir. pasti bakalan ngerti knpa Sehun bilang gitu. :D

      ga apa.apa, malahan klu ada kmu jd lebih berwarna(?). hohohohoo ^o^

  3. Thor gumawo sdh di publish cepet hehe :D
    Kai ga lucu banget ih ngancem2 tp telat wkwk.
    Baekhyun knp thor? Hbs berantem apa gimana? Ayo thooooor lanjuuuuut hehe.
    Oya soo in emg dulu pernah jd vampire apa gimana? .____.
    Hehe ayooo thooooor lanjuuuuuuuuuuut secepetnya yaaaa :D

  4. wahhhhh rame banget, baru 1 hari udah publish lagi. Eonnie DAEBAKKK

    Wahh Benar dugaaanku Sehun memang anak kecil yang nolongin Soo In wktu itu. ahhh publish lagi eon.

    Kai aku mau menjawab 3 permintaan itu #plaaakk# kikira beneran eh tak taunya bercanda -_-, tapi seruuuu
    LANJUTTTT

  5. Wah Baekhyun knp? :(
    Oya klo baekhyun kehabisan darah emg bisa mati thor? Hehehehehehe……
    Lanjut thor penarasan abis sumpah…..

  6. Aaaaaargggh aku suka bgt sm soo in – sehun. Biarpun sehun dingin abis tp dia setia (?)
    Soo in dulunya knp thor? Pernah jd vampire? Tp sehun kok tau ttg masa lalu soo in? Bukannya dulu cuma nolong aja? #kepoabis.
    Thooooor buruan dong sehun tau soo in tunangan biar makin berasep (?)
    Ayoooooo lanjooooooooot. Kpn di publish? :D

  7. Thor lanjut yaaaaaaa :D penasaran abis sama kelanjutannya yg ttg maksud sehun di masa lalu soo in. Trs perbanyak momen soo in-sehun dong trs kisseunya juga banyakin #apaini.
    Jiyeon kayaknya lebih dukung oh family ya drpd keluarganya ._____.
    Chanyeol gimana tuh kok ga keliatan batang hidungnya?
    Ayo thoooor lanjooooot buruaaaaaaan #plak #plak #praaaaang *digampar author pake panci emas murni* :D

  8. omo ><
    part penuh kegalauan #eh hahha
    trnyta baekki bneran naksir soo in,, knpa gk naksir diriku ja ? #plakk
    sehuna, org mau nlong kok gk d bolehin ==" ksihan s baekki udah mau mati
    jiyeon da hati sma baekki yah ? #sotoy
    lanjut :)

  9. Pingback: [Fanfic] Crazy Girl Soo In (Part 9) « My Expression | Fanfic

  10. Pingback: [Fanfic] Crazy Girl Soo In (Part 10 – END) « My Expression | Fanfic

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s